Zona Nyaman?

Dosa telah mengikat manusia. Membuat mereka merasa nyaman, menikmati, dan tidak ingin dibebaskan. Mereka berpikir bahwa meninggalkan kenyamanan ikatan dosa akan mengubah hidup mereka dan akan sangat menyakitkan.

Ketika Filistin berkuasa atas Israel, Simson dipilih Tuhan untuk menyelamatkan mereka. Simson mempunyai istri orang Filistin. Karena tidak mendapatkan istrinya kembali, Simson mengikatkan obor pada setiap dua ekor anjing hutan dan membakar gandum yang belum dituai milik orang Filistin. Orang Filistin pun membalas dengan membinasakan istri dan ayah dari istrinya, sehingga Simson menghajar mereka dan kemudian pergi ke daerah orang Yehuda. Orang Filistin pun mencari Simson ke daerah orang Yehuda. Bukannya melindungi Simson dan berperang melawan orang Filistin, tiga ribu orang dari suku Yehuda malahan pergi mencari Simson untuk mengikat dan menyerahkannya ke tangan orang Filistin. Mereka keberatan dengan tindakan Simson yang telah merusak situasi yang sudah “nyaman” bagi mereka. Mereka enggan berjuang dan diselamatkan dari musuh.

Manusia telah jatuh ke dalam dosa, dan dalam keberdosaan itu mereka merasa nyaman dengan dunia. Bahkan Yesus pun ditangkap dan dibunuh oleh orang-orang berdosa yang ingin Dia selamatkan. Bagi sebagian orang, dunia adalah zona nyaman sehingga sepertinya mereka tidak lagi membutuhkan juru selamat. Mari datang kembali kepada Yesus, Juru Selamat yang sanggup memberikan pembebasan sempurna, lebih dari yang sanggup diberikan oleh kenyamanan dunia. –ANT/www.renunganharian.net

YESUSLAH JAWABAN DARI BELENGGU DUNIA
YANG MEMBERI KENYAMANAN SEMU.