Urusan Perut

Menjadi bangsa merdeka merupakan sukacita tersendiri. Jika tidak, mana mungkin para pendahulu kita rela bertaruh nyawa demi memerdekakan bangsa ini! Seenak-enaknya hidup dalam penjajahan, pasti jauh lebih enak menjadi bangsa merdeka.

Tuhan menuntun umat Israel keluar dari Mesir. Anugerah besar Tuhan berikan bagi Israel: kebebasan dari perbudakan. Namun di tengah perjalanan menuju tanah perjanjian, umat Israel banyak menggerutu. Sekalipun Tuhan mencukupkan segala yang mereka perlu, ada saja yang mereka keluhkan. Benar bahwa perjalanan panjang yang harus mereka tempuh tidaklah mudah. Tetapi mereka bersungut-sungut karena hal yang terlalu remeh dibandingkan dengan anugerah kemerdekaan yang luar biasa itu: urusan perut.

Alih-alih mensyukuri kebebasannya, umat Israel justru merindukan kehidupan mereka sebagai budak di Mesir. Sedikit aneh memang, bangsa yang telah merdeka rindu hidup dalam penjajahan! Ini terjadi karena mereka rindu makan daging. Mereka berbicara tentang murahnya makanan enak di Mesir karena mereka mendapatkannya dengan gratis. Mereka lupa bahwa untuk memperoleh semuanya itu mereka harus membayar mahal dengan hidup diperbudak. Nafsu rakus tidak hanya menjadikan mereka kehilangan akal sehat, melainkan juga rasa takut akan Tuhan.

Belajar dari Israel, kita patut waspada supaya tidak mudah tergoda. Ketika pikiran kita dipenuhi nafsu duniawi, besar kemungkinan kita merasa sengsara oleh ketidakpuasan terhadap pemberian Tuhan yang semestinya membuat kita dipenuhi sukacita besar. –EBL/www.renunganharian.net

HAMBA DOSA MENGGERUTU KETIKA HARUS TAAT KEPADA TUHAN,
ORANG PERCAYA BERSUKACITA MENYADARI BERKAT-NYA.