Urgensi

Jika kita melihat orang sedang bergegas berjalan, apa kesan dan pesan yang kita dapatkan dari bahasa tubuhnya itu? O, pasti ia sedang buru-buru. Atau, pasti ada seseorang yang menunggu. O, ia tak punya banyak waktu. Atau, ia ingin segera tiba di tempat yang dituju. Apa pun itu, yang pasti, ada sesuatu yang penting dan mendesak yang sedang menjadi prioritasnya saat itu. Ia sedang merasakan adanya suatu urgensi.

Sebagai gestur, kata “segera” banyak diulang dalam Injil Markus. Mengapa? Sebab injil ini menggambarkan dan menekankan sebuah urgensi yang meminta perhatian serius. Yaitu datangnya Kerajaan Allah! Yesus bersegera memanggil murid-murid pertama-Nya (ay. 20). Dan mereka pun bersegera menyambutnya (ay. 18). Markus hendak mengatakan, datangnya Kerajaan Allah memang harus dimaknai sebagai sebuah urgensi. Tak boleh diremehkan, apalagi diabaikan. Patut disadari ada kemendesakan untuk ditanggapi secara serius. Ini penting, jangan ditunda-tunda lagi!

Mengikut Yesus itu standar pentingnya berada di urutan teratas. Prioritas puncak. Bukan hal sekunder yang bisa serba dikesampingkan nanti saja. Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, bertobat, merubah kebiasaan buruk, membangun disiplin beribadah, melayani selagi masih muda dan sehat sungguh bukan perkara yang bisa ditunda-tunda semau kita. Kita tak pernah tahu apakah kesempatannya masih selalu terbuka lebar. Sudahkah kita merasakan urgensinya dan menanggapi? Jika belum, bersegeralah! –PAD/www.renunganharian.net

TUHAN SELALU MEMANDANG PENTING UNTUK MENDEKATI KITA,
APAKAH KITA MEMANDANG PENTING UNTUK MENDEKAT PADA-NYA?