Upah yang Diubah

Bekerja keras selama sebulan penuh tetapi upah yang diberikan tak sesuai perjanjian atau kesepakatan sungguh mengesalkan hati. Saya pernah mengalaminya ketika bekerja di sebuah lembaga, dengan memori yang masih jelas sampai sekarang. Meski saat itu saya tak bisa menyampaikan protes secara terbuka, tetapi perlakuan semacam itu sempat menorehkan luka hati dan mengurangi kesungguhan dalam bekerja. Maklum, nominal dari pengubahan upah terbilang cukup signifikan bagi ukuran kantong saya waktu itu. Untunglah perasaan negatif itu tidak bertahan lama karena saya segera membereskannya.

Yakub sempat mengalami hal yang lebih mengesalkan. Selama 14 tahun ia bekerja di rumah Laban, sepuluh kali mertuanya itu mengubah upah yang semula dijanjikannya kepada Yakub. Tak hanya itu, saudara Esau ini juga sempat ditipu oleh Laban terkait niatnya untuk menikahi Rahel, anak bungsu Laban. Jika semula Yakub dijanjikan akan mendapat Rahel setelah 7 tahun bekerja, tetapi faktanya ia harus menambah 7 tahun lagi demi mendapatkan wanita yang dicintainya. Namun, untunglah Yakub disertai oleh Allah, sehingga ia tidak meninggalkan Laban dengan tangan hampa karena Allah memberkatinya dengan luar biasa.

Manusia kerap kali dengan mudah mengingkari perjanjian dengan sesamanya, tetapi Allah tak pernah melakukan hal itu. Oleh karenanya, kita dapat mengandalkan Dia dan memegang teguh janji-Nya, sambil mengikuti teladan-Nya dengan menjadi pribadi yang berupaya menepati janji atau kesepakatan yang akan kita buat mulai hari ini. –GHJ/www.renunganharian.net

HANYA ALLAH YANG TAK PERNAH KELIRU DALAM
MENENTUKAN UPAH DALAM KEHIDUPAN UMAT-NYA.