Tumbuh ke Bawah

Kurma ditanam dengan metode yang tidak biasa. Saat benihnya dimasukkan ke tanah, para petani kurma meletakkan sebuah batu yang cukup besar di atasnya. Saat benih kehidupan mulai muncul, tanaman itu tidak dapat bertumbuh ke atas karena adanya batu penghalang. Ia hanya dapat bertumbuh ke bawah, memperkokoh akar-akarnya. Sesudah akarnya menjadi kuat, barulah ia dapat menggulingkan batu besar itu, kemudian bertumbuh menjadi sebuah pohon yang sangat kokoh. Sekuat apa pun badai gurun menerjang, pohon kurma mampu untuk bertahan dan tidak tumbang.

Sewaktu masih muda Yusuf bermimpi ia bertumbuh ke atas menjadi seorang penguasa. Saat Yusuf mulai menghidupi mimpinya, tiba-tiba ia merasakan ada batu besar menindihnya. Batu itu adalah rasa iri di hati saudara-saudaranya sehingga mereka menjualnya sebagai budak. Batu itu seakan bertambah berat ia rasakan saat ia difitnah oleh istri tuannya lalu dilempar ke dalam penjara. Menariknya, saat menyadari ia tidak dapat bertumbuh ke atas, Yusuf tidak menyerah! Sebaliknya, Yusuf bertumbuh ke bawah, memperkuat imannya kepada Tuhan. Saat iman Yusuf semakin kuat, batu penindih itu terguling. Dengan pertolongan Tuhan Yusuf tampil sebagai seorang penguasa yang bijaksana, pula ia begitu rendah hati dan mau mengampuni.

Apakah hari ini kita merasa kehidupan begitu berat? Kita mendongak ke atas, di sana ada batu persoalan besar yang menindih. Seperti Yusuf, jangan kita menyerah! Bertumbuhlah ke bawah, perkuatlah iman kita kepada Tuhan! Dengan pertolongan Tuhan, tidak ada batu persoalan yang tidak terguling. –LIN/www.renunganharian.net

SAAT PERTUMBUHAN KITA KE ATAS TERHALANG OLEH BATU,
BERTUMBUHLAH KUAT KE BAWAH.