Tuhan Menggerakkan

Setelah tujuh puluh tahun kerajaan Yehuda (Israel selatan) jatuh di tangan Nebukadnezar dan dibawa ke pembuangan di Babel, sesuai nubuat nabi Yeremia (Yer. 29:10-14), Tuhan memperhatikan dan memulangkan mereka kembali ke tempat asalnya. Tuhan yang setia, menepati janji-Nya. Dia bertindak dengan kekuatan-Nya untuk menggerakkan hati berbagai pihak demi pemulihan umat-Nya dan pembangunan rumah Tuhan.

Dalam hal ini, setidaknya ada empat pihak yang digerakkan hatinya oleh Tuhan. Koresh, raja Persia, sebagai pemimpin di awal pemerintahannya, untuk mendirikan rumah bagi Tuhan di Yerusalem, dan mengijinkan umat-Nya pulang untuk membangun. Penduduk setempat untuk menopang umat-Nya yang tinggal tetap dan tidak pulang. Umat-Nya yang akan berangkat pulang mendirikan rumah Tuhan. Dan orang di sekeliling mereka yang akan pulang untuk memberikan pemberian-pemberian, seperti emas, perak, ternak, dan pemberian lainnya. Tuhan sendirilah Pribadi yang membuat janji-Nya digenapi. Dia yang berinisiatif dan bekerja pada tiap-tiap orang yang dikehendaki-Nya.

Ada banyak masalah di dalam bangsa kita yang belum terselesaikan, seperti: pemerataan ekonomi, perbaikan sistem dan kualitas pendidikan, pemerintahan yang bersih, dan lainnya. Ketika sepertinya belum ada jalan keluar, sesungguhnya Dia turut campur tangan. Dia dapat menggerakkan orang-orang yang diperkenan-Nya menjadi alat-Nya. Marilah membuka hati kita untuk bersedia Tuhan gerakkan, mau taat, dan mengambil bagian untuk mengerjakan pembangunan bangsa kita di berbagai bidang. –ANT/www.renunganharian.net

KETIKA TUHAN MENGGERAKKAN KITA UNTUK PEKERJAAN-NYA,
BIARLAH KITA TAAT PADA KEHENDAK-NYA.