Tuhan Andalanku

Kekayaan yang berlimpah, jabatan yang tinggi, kekuasaan dan koneksi yang luas serta kepandaian sering dijadikan andalan hidup seseorang. Semua yang mereka ingini diatur dan dibeli dengan menggunakan fasilitas yang dimiliki. Mereka merasa dapat mengendalikan dunia dengan semuanya itu. Mereka baru sadar bahwa segala yang mereka punya tidak ada apa-apanya ketika sesuatu yang buruk datang menimpa. Terkena bencana atau wabah yang besar, terkena sakit parah, menjadi tua, pensiun, dikhianati sahabat atau mengalami kebangkrutan.

Israel diam di daerah yang dikelilingi oleh gunung batu. Posisi ini sangat menguntungkan bagi mereka. Kota yang dikelilingi gunung ibarat kota berbenteng. Mereka dapat mengawasi pergerakan musuh, sehingga sebelum musuh tiba mereka sudah melihatnya dan berjaga-jaga. Namun demikian sang pemazmur menyatakan bahwa gunung-gunung itu tidaklah menjadi andalan mereka. Ia mengakui bahwa hanya TUHAN saja penolong mereka.

Kekayaan, jabatan, koneksi, kekuasaan, kecerdasan, ketenaran dan segala hal yang mendapat tempat serta dipandang “wah” di dunia ini bukanlah pilihan yang tepat untuk kita jadikan andalan hidup. Semuanya itu bisa hilang lenyap dengan mudah. Kuasa Tuhan saja yang masih tinggal tetap. Sebab Tuhanlah Allah pencipta langit dan bumi. Di bawah kendali-Nyalah seluruh isi dunia ini. Dia sanggup menjaga, dan melindungi dengan kuasa penuh. Sang pemazmur memiliki kesadaran akan hal ini. Alangkah baiknya jika kita pun berbuat demikian. Tidak perlu menunggu hingga kehancuran terjadi, baru kita sadar diri. –EBL/www.renunganharian.net

KEAMANAN ADA DI TANGAN ALLAH,
DIA SAJALAH ANDALAN YANG DAPAT KITA PERCAYA.