Tetap Jujur

Sekitar dua tahun lalu, saya bertamu ke rumah seorang saudara untuk berbela rasa. Saudara ini menjadi korban penipuan sahabatnya, uang ratusan juta miliknya “dimakan” sahabatnya. “Tidak apa aku ditipu, tapi aku tidak mau menipu. Karena tidak ada orang yang hidupnya damai sejahtera dan bisa kaya dari menipu, ” katanya. Ucapannya betul. Sekarang, saudara saya tetap kaya karena hidup jujur. Sedangkan sahabatnya bangkrut dan masuk penjara karena menipu.

Yesus seorang yang jujur, tidak takut kepada siapa pun, tidak mencari muka, dan dengan segala kejujuran mengajar jalan Allah. Itulah pengakuan beberapa orang Farisi dan Herodian kepada Yesus. Kedua kelompok ini berseberangan dengan Yesus dan mereka terus berusaha mencari kesalahan Yesus. Saat mereka menanyakan tentang membayar pajak, Yesus memberikan jawaban yang tepat, dan ini membuat mereka heran. Kita harus selalu jujur, karena mau meneladani Yesus. Saat kita jujur, bukan jaminan semua orang pasti berlaku jujur pada kita. Dengan segala cara, bisa saja orang menipu dan kita dirugikan. Meski tidak enak ditipu dan berurusan dengan penipu, tetaplah jujur. Saat kita dipercaya seseorang, jagalah kepercayaan itu dengan tetap jujur.

Amsal 16:17 berkata: Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur; siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya. Kalau saat ini kita ditipu seseorang dan kehilangan sejumlah harta, ampunilah orang itu dan relakanlah. Memang tidak mudah, tapi itu melegakan hati kita. Tetaplah jujur dalam kondisi apa pun. –RTG/www.renunganharian.net

TIDAK ADA ORANG YANG HIDUPNYA BISA KAYA
DAN DAMAI SEJAHTERA DARI HASIL MENIPU.