Teriakan Minta Tolong

Bagi bangsa Israel bait Allah atau bait suci memiliki makna lebih dari sekedar tempat untuk beribadah. Bait Allah melambangkan kehadiran dan perlindungan Tuhan atas umatNya. Pemaknaan inilah yang membuat bangsa Israel yang sedang dalam pembuangan merasa begitu merindukan Tuhan seperti yang ditulis oleh pemazmur dalam Kitab Mazmur pasal 2.

Air mataku mejadi makannku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?” Suatu ungkapan persaan umat yang begitu merindukan Tuhannya, dan juga merupakan seruan minta tolong agar Tuhan membawa mereka pulang ke tanah air supaya dapat kembali beribadah di bait Allah. Seperti halnya pemazmur yang teriak minta tolong kepada Tuhan, Paulus pun berseru memohon agar Tuhan menolongnya lepas dari rasa sakit yang dirasakan seperti duri dalam dagingnya. Namun, Tuhan Yesus menjawab: cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Teriakan minta tolong Paulus di dengar Tuhan tetapi Tuhan tidak melakukan seperti yang Paulus mau. Tuhan justru mengajar Paulus untuk merasakan dan melihat kuasa kasih karunia Kristus yang sempurna dalam kelemahan fisik yang ia alami.

Mungkin saat ini anda sedang berteriak meminta pertolongan kepada Tuhan agar Tuhan membawa anda keluar dari suatu tempat, atau keluar dari situasi yang sangat tidak nyaman. Dan anda merasa sampai saat ini teriakan anda belum direspon oleh Tuhan. Sesuai dengan firman Tuhan hari ini, jawaban untuk situasi seperti ini adalah Allah ingin anda percaya bahwa ada rencana Tuhan dibalik setiap hal yang kita alami, ada kasih karunia Tuhan yang sempurna bekerja menguatkan kita melewati semua kesusahan, tekan hidup. Ada kasih karunia Tuhan yang mengajar kita mengambil nilai berharga dari setiap peristiwa yang kita alami, yang berguna untuk terus bertumbuh dalam iman yang dewasa. ( DS )

 

Bacaan Alkitab: Galatia 3: 1-5; 2 Timotius 4: 9-22

Doa: Terimakasih untuk kasih karunia yang telah Tuhan berikan kepada kami. Amin.