Terbiasa Hidup Tertib

Dalam sebuah acara retret gereja, terlihat suasana tidak nyaman di sekitar lokasi. Setiap kali habis makan atau coffee break, peralatan makan terlihat berserakan, mulai di bawah tangga, di dalam aula, hingga di dalam kamar para peserta! Sungguh ironis karena sebenarnya panitia sudah menyediakan tempat untuk meletakkan peralatan makan. Apalagi, tema besar acara itu berbicara soal menjadi terhormat dan memuliakan Allah. Bagaimana bisa terhormat dan memuliakan Allah, jika meletakkan peralatan makan saja masih sembarangan?

Menjelang akhir surat yang pertama kepada jemaat di Tesalonika, salah satu nasihat para rasul berisi dorongan untuk menegur orang-orang yang hidup dengan tidak tertib. Memang, para rasul tidak merinci dalam hal apa ketidaktertiban itu terlihat, tetapi jika nasihat itu disampaikan, berarti ketidaktertiban telah menjadi bagian dari kehidupan umat Tuhan. Tanpa mengesampingkan nasihat lainnya-menghibur yang tawar hati, membela yang lemah, dan bersabar kepada semua orang-nasihat untuk hidup tertib masih relevan bagi gereja Tuhan yang hidup pada masa kini.

Perilaku tidak tertib atau cenderung seenaknya biasanya akan merugikan dan merepotkan orang lain, di mana pun perilaku itu ditunjukkan! Oleh karena itu, mari biasakan hidup tertib dalam segala bidang kehidupan, supaya kehadiran kita dapat menjadi berkat, juga menginspirasi orang lain agar menjadi lebih tertib pula. –GHJ/www.renunganharian.net

KETERTIBAN TAK PERNAH BERAKIBAT NEGATIF
BAGI KEHIDUPAN DI SEKITARNYA.