Teladan Kemurahan Hati

Seorang hamba Tuhan mengunjungi sebuah daerah yang tertimpa bencana alam. Hatinya prihatin melihat kesengsaraan para korban. “Tuhan, tolong gerakkan hati banyak orang untuk menyumbang, ” ia berdoa. “Sekarang Aku mau menggerakkan hatimu terlebih dahulu. Ambillah setengah dari uang tabunganmu dan berikanlah kepada orang-orang itu!” jawab Tuhan kepadanya.

Firman Tuhan ialah pedoman bagi kehidupan. Di dalamnya tertuang prinsip-prinsip kebenaran. Salah satunya adalah kemurahan hati dan kesediaan untuk memberi (Luk. 6:36). Bukan sekadar menjadi pendengar, tetapi pelaku firman (Yak. 1:22). Demi supaya para imam dan orang-orang Lewi dapat mencurahkan tenaganya untuk melaksanakan Taurat Tuhan, Raja Hizkia memerintahkan rakyat untuk memberi sumbangan. Tak hanya memerintah, raja juga memberi teladan. Tercatat raja memberi sumbangan dari harta miliknya untuk korban bakaran. Kemurahan hati raja menggerakkan hati rakyat. Bertimbun banyak sekali bahan makanan sehingga para hamba-Nya bisa makan sampai kenyang, malah mereka semua berkelimpahan.

Tuhan memanggil kita sebagai teladan kemurahan hati. Jika ingin melihat orang lain terlepas dari sifat kikir, diri kita sendiri terlebih dahulu harus melepaskan diri dari sifat itu. Jangan menunggu orang lain bergerak, diri kitalah yang pertama kali harus bergerak. Alih-alih menggenggam harta, bermurahhatilah kepada sesama yang saat ini kekurangan atau menderita! Yakinlah kemurahan hati yang kita lakukan nantinya menggerakkan hati banyak orang sehingga mereka dapat turut menjadi orang-orang yang murah hati! –LIN/www.renunganharian.net

TUNJUKKAN KEMURAHAN HATI
SEBELUM MENGHARAPKAN ORANG LAIN BERMURAH HATI.