Tantangan Iman

Apa situasi yang menantang iman Anda akhir-akhir ini, yang membuat Anda sungguh-sungguh bergumul dengan Tuhan? Bencana alam? Wabah sakit penyakit? Kebangkrutan? Jika kita memperhatikan dengan saksama, segala situasi hidup di zaman sekarang memiliki potensi untuk menggoncang iman kita.

Pasang surut kehidupan Daud menunjukkan bahwa tantangan iman bisa datang kapan saja, dari mana saja, tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Daud menuliskan Mazmur 3 ketika ia sedang berstatus sebagai buronan dari anaknya sendiri yaitu Absalom. Perasaan tertekan sudah pasti terus mengimpit Daud karena banyaknya musuh yang mengejar dia (ay. 2). Tidak hanya tertekan! Tentu rasa sedih, kecewa dan marah, sudah menjadi makanan keseharian Daud ketika ia berada dalam masa pelarian dikarenakan anak yang ia kasihi berikhtiar untuk membunuhnya. Dalam situasi ini, bukankah sangat wajar bagi Daud untuk marah kepada Allah?

Tetapi, Daud tidak menggunakan kesusahannya sebagai alasan untuk marah kepada Allah. Pertama-tama Daud memang mengarahkan pandangannya kepada musuh di hadapannya (ay. 2). Namun ia tidak berhenti sampai di situ! Ayat 4 menunjukkan, Daud mengarahkan pandangannya kepada Allah. Hal ini membuat ia mampu menjadikan kesusahannya sebagai kesempatan untuk menyatakan imannya kepada Allah. Sampai di mana kita memandang ketika masalah hidup menghadang? Apakah kita hanya memandang masalah itu, lalu lupa memandang kepada Allah? Jangan pernah lupa untuk mengarahkan pandangan kita kepada Allah. Karena dari Dialah datang pertolongan kita. –TWL/www.renunganharian.net

TANTANGAN HIDUP YANG KITA ALAMI HARI INI,
AKAN KITA CERITAKAN DENGAN SUKACITA DI MASA MENDATANG.