Tangan Besar

Sebuah perusahaan asuransi di Amerika memiliki semboyan, “Kamu berada dalam genggaman tangan yang baik.” Artinya, kamu dijamin aman. Kalau terjadi apa-apa dengan apa (siapa) yang ditanggungkan risikonya kepada pihak mereka, maka tak usah dikhawatirkan jaminan asuransinya. Perusahaan itu menjual jaminan rasa aman yang dibutuhkan para pembelinya. Rasa aman memang sangat dibutuhkan manusia. Mengapa?

Manusia makhluk rentan bahaya. Ibarat domba. Hewan satu ini tak memiliki pertahanan diri. Bulu-bulunya pun digunting. Domba, mangsa empuk predator, terutama apabila ia terpisah dari kawanannya. Itulah sebabnya domba membutuhkan pengawasan gembala. Yesus mendeklarasikan Diri-Nya sebagai “Gembala yang baik” (ay. 11). Dalam penjagaan-Nya kita aman. Dalam genggaman tangan-Nya keselamatan kita terjamin (ay. 28). Bukan karena hidup ini tenang-tenang saja, melainkan karena-meskipun segala bentuk ancaman bahaya bisa datang-Dia yang menggenggam kita dalam tangan-Nya lebih besar dari siapa pun (ay. 29).

Pernahkah kita berada di tempat yang betul-betul tenang dan aman? Tidak. Bahaya bisa datang kapan dan di mana saja. Orang bisa meninggal di rumahnya sendiri. Bahkan dalam tempat ibadah pun orang bisa tertembak atau binasa akibat ledakan bom. Maka, dalam segala situasi, patutlah kita memercayakan diri pada “Tangan Besar” yang menampung kita dalam genggaman-Nya yang perkasa. Tangan Sang Gembala baik! –PAD/www.renunganharian.net

BETAPA PUN DAHSYATNYA GUNCANGAN DAN ANCAMAN BAHAYA KEHIDUPAN,
KITA PASTI AKAN “MENDARAT” DI LANDASAN YANG AMAN, TANGAN TUHAN!