TANDA ORANG BERIMAN

Seorang teman berbagi cerita mengenai seorang penganut kepercayaan yang berpendapat “Ada banyak orang beragama di Indonesia, tetapi masih banyak yang belum beriman. Pernyataan yang singkat, padat, tetapi sangat dalam maknanya. Pernyataan yang patut untuk direnungkan oleh mereka yang mengaku beriman kepada Kristus!

Yesus mengajarkan agar umat-Nya tidak khawatir mengenai kebutuhan mendasar dalam hidup mereka. Kekhawatiran yang berkepanjangan justru berpotensi untuk melemahkan kekuatan, semangat hidup, dan keyakinan kepada Allah. Yesus berkata bahwa kekhawatiran tidak membuat jalan hidup atau usia kita bertambah. Jauh lebih baik untuk belajar beriman dan memercayai Allah yang mengerti dan sanggup mencukupkan semua keperluan kita, daripada terus-menerus khawatir akan segala sesuatu.

Pada masa sekarang, kebutuhan mendasar yang diperlukan tidak hanya berupa makanan-minuman, pakaian, dan kesehatan tubuh, tetapi juga kebutuhan tempat tinggal, asuransi kesehatan, pulsa, atau kebutuhan untuk pendidikan. Terhadap semuanya itu, Yesus melarang kita untuk khawatir, sekaligus belajar untuk memercayai Allah dan hidup dalam kehendak-Nya (ay. 33). Apakah ada sesuatu yang sedang kita khawatirkan saat ini? Sudikah kita menyerahkannya kepada Allah, sebagai tanda kita beriman atas kasih, penyertaan, dan pemeliharaan-Nya?

—GHJ/www.renunganharian.net
KEYAKINAN AKAN PEMELIHARAAN ALLAH YANG SEMAKIN KUAT,
AKAN MELEMAHKAN KEKHAWATIRAN