Takut Pada Terang

Fotofobia (takut pada cahaya) adalah kondisi medis yang membuat orang merasa tersiksa jika matanya terkena cahaya. Ruang berpencahayaan normal pun membuat pengidap fotofobia merasa amat silau dan nyeri. Sebab itu, pengidap fotofobia menyukai tempat yang gelap.

Maurice F. Freehill, seorang penulis ternama punya pertanyaan yang sangat terkenal, “Siapa yang lebih bodoh: anak kecil yang takut pada kegelapan, atau orang dewasa yang takut pada terang?” Jelas, “takut pada terang” yang disebut oleh Freehill bukan fotofobia biasa melainkan fotofobia secara moral: membenci terang karena suka berbuat jahat.

Tuhan Yesus menyatakan, para penyuka kegelapan menolak Sang Terang. Mereka ingin agar kejahatan mereka tetap terselubung, tak terlihat, agar mereka leluasa berbuat jahat. Wujud penolakan itu banyak. Namun, ciri mereka sama: Ketika terang datang, penyuka kegelapan “membenci terang, dan tidak datang kepada terang itu” (ay. 20). Rupanya, kebencian pada terang adalah tanda keakraban dengan kegelapan, penolakan terhadap terang adalah tanda bahwa kegelapan ingin terus berkuasa.

Memang, di mana orang jujur justru dijepit, di sana ketidakjujuran masih merajalela. Di mana orang bersih tidak disukai, di sana perilaku kotor lebih diterima. Jika kebaikan sulit menemukan jalan, berarti jalan-jalan dikuasai kejahatan. Mengapa? Karena penyuka kegelapan membenci terang. Bagi pengidap fotofobia, terang itu menyiksa. –Filemon/www.renunganharian.net

SIAPA YANG LEBIH BODOH: ANAK KECIL YANG TAKUT PADA KEGELAPAN,
ATAU ORANG DEWASA YANG TAKUT PADA TERANG?-MAURICE F. FREEHILL