Takut akan Tuhan

Seorang wanita yang bekerja di bagian keuangan gelisah karena pemimpinnya memaksanya untuk mengubah “sedikit” laporan keuangan perusahaan. Kalau tidak mau, ia akan dipecat! Hatinya sempat tergoda ketika menyaksikan beberapa rekannya yang menuruti perintah itu diganjar gaji besar. Toh tidak seorang pun tahu kalau ia melakukan; ia bisa tetap langgeng bekerja bahkan gajinya akan bertambah. Tetapi ia juga tahu kalau perintah itu tidak sejalan dengan kehendak Tuhan. Mana yang akan dipilihnya?

Sifra dan Pua, bidan-bidan Mesir itu, tentu merasakan kegelisahan yang sama. Pasalnya, Firaun memberi instruksi agar mereka membunuh setiap bayi laki-laki yang terlahir dari ibu-ibu Ibrani. Mereka tahu risiko jika menolak perintah itu. Dan mereka memilih untuk menyelamatkan bayi-bayi itu. Mereka adalah bidan-bidan yang takut akan Tuhan sehingga mereka lebih memilih untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan daripada kehendak rajanya. Firaun tentu murka dengan tindakan mereka, tetapi Tuhan melindungi mereka. Karena iman kedua bidan itu, Tuhan berkenan memberkati mereka!

Mungkin kita berada pada situasi seperti yang dialami Sifra dan Pua. Kita gelisah karena ada orang memaksa kita melakukan manipulasi angka, atau kita berada di tengah lingkungan yang sarat praktik kerja tidak jujur. Semua itu jelas menguji integritas kita. Pilihan kita untuk hidup dalam integritas mungkin akan berdampak buruk bagi hidup kita, namun Tuhan tidak akan berhenti menyatakan pembelaan-Nya bagi orang-orang yang takut akan Dia. –SYS/www.renunganharian.net

TAKUT AKAN TUHAN ADALAH BERANI UNTUK MEMILIH HIDUP BENAR
DI TENGAH SITUASI YANG TIDAK BENAR APAPUN RISIKONYA.