Tak Melekat pada Materi

Setiap kali mendengar atau melantunkan lagu “Hati S’bagai Hamba”, ingatan saya selalu tertuju ke sebuah ruang di rumah sakit. Tepat di hadapan saya terbujur kaku tubuh seorang teman karib yang baru saja meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Lagu itulah yang kami lantunkan untuk melepas kepergian teman kami, yang akan diterbangkan ke daerah asalnya untuk dimakamkan. Lirik lagu tersebut mengingatkan pentingnya memiliki pemahaman yang tepat akan kehidupan yang Tuhan berikan, karena setiap manusia tidak membawa apa-apa saat masuk ke dalam dunia (dilahirkan), juga kelak ketika nanti meninggalkan dunia ini.

Dalam surat berisi nasihat untuk Timotius, Paulus mengingatkan mengenai pentingnya hidup dengan rasa cukup, sebagai bagian dari arti ibadah yang sejati (ay. 6, 8). Seseorang yang mampu menjalani hidup dengan rasa cukup, niscaya takkan membiarkan hatinya melekat pada hal-hal materi atau segala sesuatu yang bersifat fana, karena kelak semua itu tidak akan dibawa ketika ajal menjemput. Hal ini tak berarti menjadi kaya secara materi itu berdosa, tetapi kita diminta berfokus pada hal-hal yang lebih esensi dan berdampak kekal (ay. 9-10).

Allah lebih menghendaki hati kita melekat kepada-Nya, karena Dialah yang menciptakan kita dan kelak kita akan kembali kepada-Nya. Tak ada gunanya kita terobsesi atau melekatkan hati pada hal-hal duniawi atau materi, karena meski kita memerlukan materi untuk menjalani kehidupan di dunia ini, tetapi kelak semua itu tidak akan kita bawa untuk menghadap Dia. –GHJ/www.renunganharian.net

HATI KITA TAK BISA MELEKAT PADA TUHAN
DAN MATERI PADA WAKTU BERSAMAAN.