Sunyi Satu Jam

Gary Desmond sukses memimpin perusahaannya Hoover Berg Desmond. Salah satu kunci keberhasilannya ialah kebijakan “Sunyi Satu Jam”. Setiap hari kantor selalu dibuka dengan: selama satu jam siapa pun tidak boleh berkomunikasi dengan siapa saja dan dengan cara apa saja, baik di dalam maupun ke luar kantor-kecuali situasi darurat. Setiap orang menghadapi meja kerja masing-masing, menaruh fokus penuh pada desain pesanan dari pelanggan. Alhasil, efisiensi dan kualitas pekerjaan mereka meningkat secara luar biasa!

Waktu mengenal kualitas. Waktu bukan perihal berapa lamanya saja. Sejam, sehari, atau sebulan. Raja Daud merasakan dan bersaksi tentangnya. Menjalani waktu tergantung kita berada di mana, bersama siapa, dan mengerjakan apa serta dengan cara seperti apa. Daud amat gemar berada di pelataran rumah Allah (ay. 2, 3, 5, 11). Bersama para peziarah yang sedang beribadah (ay. 6-8). Berdoa, menyembah serta memuji-muji Tuhan (ay. 5, 9) dengan penuh kerinduan dan kegirangan (ay. 2-3). Itu membuat waktu terasa mampat padat penuh kualitas, sehingga rasanya “lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain” (ay. 11).

Mari kita jalani waktu dengan mengutamakan buah kualitasnya. Caranya? Kita harus menentukan pilihan dengan siapa pertama-tama kita melewatinya. Setelah Tuhan, tentu keluarga ialah prioritas. Alokasikan waktu. Tentukan jadwal yang pasti. Pilihlah tempat terbaik. Dan syukurilah serta nikmatilah kebersamaan itu dengan hati gembira dan semangat menyala. –PAD/www.renunganharian.net

KUALITAS HIDUP DAN KEBAHAGIAAN ADALAH BUAH
DARI BAGAIMANA KARUNIA WAKTU KITA JALANI DAN NIKMATI.