Sudut Pandang

Wanita itu mencurahkan narwastu murni di kepala Tuhan Yesus. Orang-orang menganggap itu pemborosan, lalu memarahi dia. Tetapi, Tuhan menilai itu tindakan yang baik, dan memaknainya sebagai persiapan pemakaman-Nya. Ada perbedaan besar antara penilaian serta sikap orang banyak, dan penilaian serta sikap Tuhan. Penyebabnya? Perbedaan sudut pandang.

Soal sudut pandang itu mirip urusan memotret. Sudut pemotretan (angle) menentukan sisi objek yang terlihat oleh kamera, dan menentukan gambar yang diperoleh. Berbeda angle, berbeda sisi objek yang terlihat, berbeda pula gambar yang didapat. Begitulah, ketika kita menjumpai suatu fakta, sudut pandang kita atas fakta itu menentukan gambar yang tergurat dalam pikiran kita, menentukan penilaian kita, menentukan sikap dan tindakan kita.

Dalam bacaan Alkitab hari ini, ada perbedaan mendasar antara sudut pandang orang banyak, dan sudut pandang Tuhan. Orang banyak melihat sisi manfaat praktis sejumlah uang, tetapi Tuhan melihat hati orang yang mengurapi-Nya. Akibatnya? Perbedaan penilaian, perbedaan sikap, perbedaan tindakan.

Pesan apa yang tersirat di sana?

Dalam hidup, kita menjumpai banyak hal. Sudut pandang kita menentukan pemahaman kita atas tiap hal yang kita hadapi, menentukan penilaian kita atasnya, dan menentukan sikap serta tindakan yang kita ambil. Sudut pandang yang tepat menolong kita memiliki pengertian yang benar, penilaian yang benar, dan tindakan yang benar. Maka, memakai sudut pandang yang tepat adalah hal penting yang tak boleh ditawar. –EE/www.renunganharian.net

SUDUT PANDANG YANG TEPAT MENOLONG KITA MEMILIKI
PENGERTIAN, PENILAIAN DAN TINDAKAN YANG BENAR.-O.S. RAILLE