Siapa Pencipta Allah?

Seorang ibu bertanya kepada seorang dosen di sekolah teologi, “Anak saya ingin tahu siapa yang menciptakan Allah. Apa yang harus saya jawab kepadanya?” Sang dosen menjawab, “Beritahu saja ia bahwa tidak ada yang menciptakan Allah. Dia selalu ada dan akan selalu ada.” “Tetapi ia baru berusia 6 tahun. Ia tidak akan mengerti jawaban seperti itu, ” balas sang ibu. “Waktu ia berusia 60 tahun pun, ia masih tidak akan mengerti jawaban itu, tetapi beritahu saja dia, karena itulah kebenaran, ” jawab sang dosen.

Ada berbagai teori tentang asal mula alam semesta, namun semua itu hanya berupa dugaan-dugaan. Tetapi Alkitab memberitahu kita bahwa ada satu penyebab dari segala yang ada. Dialah Allah, yang telah ada dan bertakhta dari kekal (Mzm. 93:2). Dialah yang menciptakan langit, bumi dan seluruh isi jagad raya. Dialah yang menciptakan waktu, menjadikan siang dan malam, juga menjadikan manusia menurut gambar dan rupa-Nya, serta memberi mereka otoritas untuk berkuasa atas seluruh ciptaan.

Allah itu Mahahadir, selalu berada dan selamanya akan ada. Dia telah, sedang dan akan ada. Kebenaran ini bukan hanya sulit dipahami oleh anak-anak, tetapi oleh manusia segala usia. Tetapi ketika kita mengimani-Nya, kita bahkan dapat memiliki persekutuan yang intim dengan-Nya, sebab Dia telah menyatakan diri, bukan hanya melalui ciptaan-Nya, tetapi juga melalui Yesus Kristus, Firman yang menjadi manusia untuk menyelamatkan ciptaan yang berdosa. –HT/www.renunganharian.net

MUSTAHIL MENGENAL ALLAH SECARA MENDALAM DENGAN UPAYA MANUSIA,
KARENANYA DIA MENYINGKAPKAN DIRI-NYA AGAR KITA DAPAT MENGENAL-NYA.