Siapa Kita?

Istilah “body shaming” yang sering terdengar akhir-akhir ini diketahui sebagai kritikan atau komentar bersifat negatif terhadap fisik atau tubuh. Kritikan seperti “ih kamu kok iteman sih” atau “kamu gendut banget tau, diet dong!”, bisa disebut sebagai body shaming. Kritikan dan komentar demikian sedikit banyak bisa melukai perasaan orang yang mendengarnya.

Tak jarang anak-anak Tuhan juga mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan seperti body shaming. Perkataan-perkataan negatif bisa memengaruhi kita dan merusak gambar diri kita. Ketika kita larut dalam komentar negatif soal fisik, kita kemudian menghakimi diri sendiri dan menyesali diri kita. Sedikit demi sedikit gambar diri kita rusak, kita menjadi kehilangan rasa percaya diri, bahkan bisa sampai depresi karena merasa Tuhan tidak adil memberi fisik yang “jelek” menurut orang-orang di sekitar kita.

Sebagai anak-anak Tuhan kita perlu menyadari betul bahwa kita sangat berharga di mata Tuhan. Dia ciptakan kita serupa dan segambar dengan Dia. Hal ini menekankan bahwa bagaimanapun bentuk fisik kita, kita adalah gambaran Allah, serupa dengan Dia. Terlebih lagi, sebagai orang percaya kita telah beroleh kasih karunia sehingga kita disebut anak-anak Allah. Dikatakan bahwa dunia tidak mengenal kita karena dunia tidak mengenal Allah. Dengan menghayati bahwa kita adalah anak-anak Allah yang penuh dengan kasih karunia, maka kita tidak akan lagi terpengaruh dengan segala komentar negatif. Kasih karunia telah menyelamatkan kita dan membuat kita jauh lebih berharga dari apa yang kita bayangkan. –CEL/www.renunganharian.net

KITA ADALAH APA YANG ALLAH KATAKAN TENTANG KITA,
BUKAN APA YANG DUNIA KATAKAN TENTANG KITA.