Si Pembelah Gunung

Dashrath Manjhi adalah pria India yang selama 22 tahun membelah gunung hanya dengan bermodalkan palu dan pahat. Berawal ketika istrinya, Falguni, meninggal karena tidak segera mendapatkan pengobatan akibat perjalanan ke kota yang terlalu jauh, Manjhi bertekad agar warga desa lainnya tidak mengalami kejadian serupa. Karena ketekunannya, ia berhasil menciptakan jalan diantara gunung tersebut.

Sejak mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus, Paulus mengalami totalitas perubahan hidup. Dahulu hidup seperti orang Farisi dan sangat bersemangat menganiaya para pengikut Kristus, kini sangat giat untuk mengabarkan Injil. Bukan hanya kepada orang Yahudi namun juga kepada non-Yahudi (Gal. 1:14-16). Karena pemberitaan Injil tersebut, ia mengalami banyak penderitaan bahkan hampir kehilangan nyawa (2Kor. 11:23-28). Namun Rasul Paulus rela menanggung itu semua agar orang lain juga menerima keselamatan dalam Kristus Yesus (ay. 9-10) sebagai satu-satunya cara Allah untuk menyelamatkan (Rm. 1:16).

Tuhan Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Tidak ada cara untuk diselamatkan kecuali dengan percaya dan menerima-Nya. Tentunya kita sangat bersyukur ketika kita boleh menerima Injil keselamatan. Namun apakah kita juga rindu agar orang lain juga diselamatkan? Adakah kita mau membayar harga demi Injil boleh didengar banyak orang? Kiranya kita tidak menyimpan keselamatan hanya untuk diri sendiri namun terbeban untuk menyatakan Injil kepada orang-orang di sekitar kita. Apa pun tantangannya. –YDAM/www.renunganharian.net

KERINDUAN UNTUK MELIHAT ORANG LAIN DISELAMATKAN, AKAN MEMBUAT
KITA MAMPU MEMECAHKAN GUNUNG TANTANGAN BERSAMA-NYA.