Sesal Kemudian Tiada Guna

Penyesalan lebih sering dipahami sebagai perasaan sedih yang timbul dalam hati karena kita melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan (hal yang buruk atau salah). Namun, menurut sebuah survei, penyesalan yang banyak dialami manusia ialah justru bukan karena melakukan-melainkan karena tidak melakukan sesuatu. Ketika sepatutnya hal itu dilakukan, ternyata diabaikan, itulah yang menyisakan penyesalan belaka bagi dirinya kelak.

Adven artinya kedatangan. Masa Adven mengajak kita untuk merenungkan momentum kedatangan Tuhan. Sebab Tuhan memang sudah dan akan datang kembali. Kristus sudah datang 20 abad yang lampau, namun akan datang kembali pada akhir zaman-seperti tertera pada bacaan hari ini. Dan, pada kedatangan-Nya yang kedua itu, akan ada rasa sesal yang kekal-yang dialami oleh orang yang tidak melakukan hal yang selayaknya dilakukan-yakni solidaritas dengan sesama yang menderita. Padahal sikap itu adalah pengabaian terhadap Kristus sendiri (ay. 45). Namun sayang, semuanya ibarat nasi sudah menjadi bubur.

Sesungguhnya ada amat banyak hal positif yang bisa kita lakukan untuk meringankan penderitaan sesama. Ini zaman informasi. Tak ada peluang untuk berdalih kita tidak tahu. Mulai dari memberikan senyuman sampai dengan bantuan. Entah dengan mengirim doa, pesan, info, ucapan, maupun dana. Semuanya berarti bagi si penderita dan bagi Kristus. Jangan pernah mengabaikannya selagi masih ada kesempatan. Sekaranglah saatnya! –Yudas/www.renunganharian.net

JADI, JIKA SESEORANG TAHU BAGAIMANA IA HARUS BERBUAT BAIK,
TETAPI IA TIDAK MELAKUKANNYA, IA BERDOSA.-YAKOBUS 4:17