Semangat Kang Engkus

Orang menyebutnya Kang Engkus. Pria berusia 30 tahun ini tak pernah bersekolah, karena kondisi disabilitas yang dialaminya sejak kecil. Namun, jangan ragukan semangatnya dalam belajar bahasa Inggris. Selama 10 tahun ia belajar secara otodidak melalui kamus dan film, sebelum memberanikan diri untuk membagikan ilmunya melalui media sosial Facebook. Banyak orang merasa terbantu lewat unggahan Kang Engkus, yang setiap hurufnya diketik menggunakan … kakinya!

Ada banyak orang mudah menyerah dengan kekurangan dan keterbatasan fisiknya, lalu menjadi rendah diri. Padahal, sekiranya mereka dapat mengenali kelebihan dan passion-nya, lalu mengembangkan dengan penuh ketekunan, kehidupan mereka pun bisa berhasil dan menjadi berkat. Hari ini firman Tuhan mengajarkan kaitan antara pencobaan, iman, dan ketekunan. Terkadang Allah mengizinkan hal tertentu, yang tidak mengenakkan atau membatasi kita, supaya kita melatih diri dalam iman dan ketekunan, hingga menghasilkan buah-sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Sayangnya, sebagian orang gagal melihat kesempatan dalam pencobaan hidup yang dialaminya, sehingga kehidupannya tak berdampak banyak bagi orang lain.

Tuhan mengizinkan adanya keterbatasan dan kekurangan dalam diri kita bukan untuk membuat kita menjadi rendah diri dan putus asa. Tuhan mau kita menjadi pribadi yang kuat, beriman, dan berbuah untuk memuliakan Dia. Jika seorang Kang Engkus bisa menerobos keterbatasan fisiknya lalu berbagi ilmu dengan banyak orang, mengapa kita tidak bisa? –GHJ/www.renunganharian.net

BERSAMA TUHAN, KETERBATASAN DAPAT DITEROBOS
SEHINGGA HIDUP KITA DAPAT MENJADI BERKAT BAGI SESAMA.