Selaras Kehendak-Nya

Bacaan hari ini menjelaskan dengan begitu terperinci rancang bangun Bait Allah yang harus dibangun oleh Raja Salomo. Setiap ruang dalam bangunan pun dijelaskan dengan begitu rinci ukuran-ukurannya. Bahkan, waktu untuk memulai pembangunan dan kapan berakhirnya pun sudah ditetapkan oleh Tuhan yakni tujuh tahun. Dan yang sangat menarik adalah pembangunan Bait Allah itu dilakukan tanpa terdengar suara palu atau kapak beradu karena para tukang yang membangunnya tidak menggunakan peralatan dari besi (ay. 7). Semua harus dikerjakan tepat seperti yang dikehendaki Tuhan.

Namun dalam setiap rancangan yang telah ditetapkan Tuhan untuk pembangunan Bait Allah itu, Tuhan memberikan pesan khusus kepada Salomo. “Jika engkau hidup menurut segala ketetapan-Ku dan melakukan segala peraturan- Ku dan tetap mengikuti segala perintah-Ku dan tidak menyimpang dari padanya, maka Aku akan menepati janji-Ku kepadamu yang telah Kufirmankan kepada Daud…” (ay. 12). Dalam setiap pekerjaan yang Salomo lakukan, Tuhan mengingatkannya untuk hidup selaras dengan firman-Nya.

Melibatkan Tuhan dalam setiap rancangan kita seyogianya disertai dengan sebuah komitmen untuk hidup menyelaraskan diri dengan firman-Nya. Apakah kita melakukan panggilan hidup kita dalam pekerjaan dan pelayanan didasari hati yang mengasihi Tuhan? Ketaatan dan keselarasan hidup kita kepada firman-Nya kiranya menjadi hal yang utama dalam hidup kita sehingga kasih itulah yang mendorong kita bekerja dengan sukacita. –SYS/www.renunganharian.net

TANPA KOMITMEN UNTUK MENGASIHI TUHAN,
APA PUN YANG KITA LAKUKAN AKAN MENJADI HAL YANG SIA-SIA.