Profil yang Tepat

Dunia ini semakin karib dengan cara kerja profiling-yaitu menentukan identitas seseorang berdasarkan segala ciri yang patut melekat atau berhubungan dengannya. Banyak lembaga menggunakannya untuk mendapatkan orang yang tepat atau dia yang dicari. Misalnya, universitas mencari mahasiswa baru dan perusahaan mencari karyawan baru. Atau kepolisian mencari tersangka pelaku tindak kriminal.

Injil Matius ditulis dengan pendekatan profiling. Profil siapa yang dicermati? Profil dari sosok Pribadi yang sejak semula telah dikabarkan dan dinantikan kedatangannya dalam Kitab Suci. Seluruh persyaratan ciri-ciri-Nya telah tergaris di situ. Dan, ternyata pria dusun Nazaret yang bernama Yesus adalah Pribadi yang tepat memenuhi profil itu, mulai dari lahir sampai dengan kematian-Nya. Bahkan telisik pada silsilah nenek moyang-Nya pun cocok sekali. Dialah Mesias yang memang datang untuk menggenapi tuntutan Kitab Suci demi menjadi penebus dosa (ay. 21, lih. Mat 5:17).

Tuntutan Allah melalui Kitab Suci ialah tuntutan kesempurnaan dalam memenuhi kehendak-Nya. Profil orang benar. Namun, siapa yang sanggup? Kita semua melenceng jauh darinya. Kita ini pendosa belaka di mata-Nya. Syukurlah, ada Yesus mewakili kita. Pada Diri-Nya profil itu telah tergenapi secara sempurna. Akibatnya, Allah tak menuntut kesempurnaan lagi dari kita. Kendati segala kelengahan, kerapuhan, kebodohan, kecerobohan, kelalaian, kebebalan, kesalahan, dan dosa-dosa kita, Allah mengasihi kita. Tak satu perkara pun menghalangi-Nya untuk mencurahkan hujan kasih sayang-Nya kepada kita. Bukankah itu yang dinamai Injil (kabar baik)? –PAD/www.renunganharian.net

SETIAP KALI MELIHAT KITA, ALLAH MELIHAT YESUS
BERDIRI DI ANTARA KITA DENGAN DIRI-NYA.