Pertolongan yang Terlambat?

Yesus mendengar kabar bahwa Lazarus, orang yang dikasihinya itu, jatuh sakit. Tetapi Yesus memilih untuk tidak bersegera mengunjungi Lazarus. Hati siapa yang tidak panik jika Yesus merespons sebuah permintaan dengan cara demikian? Terkesan tidak peduli? Bisa jadi demikian. Yang lebih “mengecewakan” adalah akhirnya Yesus datang di saat Lazarus sudah terkubur empat hari lamanya. Kata-kata Marta itu menjelaskan apa yang ada dalam pikirannya bahwa semuanya sudah terlambat, Lazarus sudah mati, jadi apa yang bisa Yesus lakukan?

Dalam situasi terdesak, kita selalu menuntut Tuhan untuk menyelesaikan masalah kita secepatnya. Tapi kenyataannya? Tuhan justru “sengaja” tinggal 2 hari, 2 bulan, 2 tahun, atau lebih lama lagi dan tidak bersegera menolong kita. Ketika hal itu terjadi, masihkah kita tetap berharap dan percaya kepada-Nya? Saat kita melihat kenyataan bahwa segalanya sudah terlambat, apakah kita masih memercayai-Nya untuk menolong kita?

Belajar dari kisah Maria dan Marta hari ini, kita diajak untuk terus mengingat pesan Yesus: “Sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat percaya” (ay. 15). Jujur saja untuk tetap percaya dan menantikan Tuhan di saat situasi yang bagi kita sudah terlambat itu tidaklah mudah. Namun di situasi terdesak dan seolah terlambat inilah Tuhan sedang menguji kepercayaan kita. Ketika Tuhan sengaja menunda permohonan kita atau bahkan ketika semuanya sudah terlambat, akankah kita terus berharap kepada-Nya dan percaya? Atau sebaliknya, kita mulai kecewa kepada-Nya? –SYS/www.renunganharian.net

TERKADANG TUHAN SENGAJA TIDAK BERSEGERA
MENOLONG KITA UNTUK MENGUJI KEPERCAYAAN KITA.