Persembahan Penyembahan

Natal identik dengan hadiah. Karyawan menantikan bonus dan penghargaan dari instansi atau perusahaannya. Anak-anak menantikan hadiah dari orang tua atau orang dewasa lainnya. Berbagai diskon belanja juga menjadi tawaran menarik sebagai hadiah Natal dan akhir tahun. Sebagian kita saling mengirim hadiah. Beberapa lainnya menyiapkan dengan serius hadiah untuk orang yang dikasihi atau dihormati. Beberapa orang juga menghadiahi dirinya dengan berbagai hal yang menyenangkan. Namun berbeda dengan itu semua, hadiah yang orang majus persembahkan kepada Kristus memiliki makna yang sangat khusus.

Menempuh perjalanan jauh yang memakan waktu panjang, para majus mempersembahkan emas, dupa, dan mur. Emas adalah persembahan yang biasanya diberikan kepada raja. Adapun dupa digunakan dalam ritual penyembahan kepada Tuhan. Yang unik adalah mur yang sebenarnya digunakan untuk mengawetkan jenazah. Mur melambangkan kematian Yesus, Sang Juru Selamat yang menebus dosa manusia. Inilah persembahan sekaligus penyembahan kepada Kristus!

Ketika aneka hadiah kita peroleh ataupun berikan, adakah Anda mengingat Yesus? Bukankah Natal adalah peringatan akan lahirnya Yesus Kristus, Sang Raja kerajaan surga yang lahir ke dunia? Dialah Tuhan dan Juru Selamat kita. Perayaan Natal seharusnya mengarahkan hati kita kepada Kristus sebagai pusat penyembahan dan persembahan kita. Mari mempersembahkan diri dan milik kita yang paling berharga bagi-Nya. –HEM/www.renunganharian.net

PERSEMBAHAN YANG BERKENAN KEPADA KRISTUS ADALAH
PENYEMBAHAN KEPADA-NYA SEBAGAI RAJA, TUHAN, DAN JURU SELAMAT.