Percaya Janji Tuhan

Ketika saya merasa hidup saya berada di tengah ketidakpastian, tanpa pekerjaan, tanpa keluarga, tanpa harapan yang pasti, saya mempertanyakan arti kehadiran Tuhan dalam kehidupan saya. Kalau memang Tuhan hadir dalam kehidupan orang percaya, kenapa hidup saya rasanya begitu kosong?

Kemudian, ketika saya membuka materi pengajaran Sekolah Minggu saya, saya membaca kisah kehidupan seorang Abraham. Di dalam Kejadian 17:1-5, Allah berjanji kepada Abraham akan membuat keturunan Abraham menjadi sejumlah besar bangsa. Walaupun saat itu Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun, Abraham tidak berpikir bahwa janji yang diucapkan Tuhan tidak masuk akal. Sekalipun Abraham tidak dikaruniai satu anak pun pada saat itu, Abraham berani memilih untuk percaya kepada janji Allah.

Terkadang dalam kehidupan kita pun, kita sering kali merasa takut akan ketidakpastian yang terjadi. Kita merasa bahwa Tuhan absen. Namun, ingatlah akan janji Tuhan kepada umat-Nya. Tuhan senantiasa memberikan rancangan damai sejahtera pada saat yang tepat. Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya. Sekalipun Abraham sendiri tidak melihat keturunannya menjadi bangsa yang besar, namun terbukti saat ini bahwa keturunannya memang menjadi bangsa-bangsa yang besar. Terkadang yang perlu kita lakukan hanyalah jangan berhenti percaya pada janji Tuhan. –PDP/www.renunganharian.net

DI TENGAH KETIDAKPASTIAN, PERCAYALAH AKAN JANJI TUHAN.