Penyertaan Tuhan

“Enak betul dia.” Dulu kalimat ini sering ada di hati saya saat melihat teman diantar ke sekolah naik mobil, sedangkan saya naik angkutan umum dan pulang berjalan kaki karena tidak ada uang.

Saat saya merenungkan hidup Salomo, di benak saya terlintas: enak betul hidup Salomo. Dia anak Daud-Raja Israel yang luar biasa dan meninggalkan kekayaan berlimpah (1Taw. 29:28). Saat Salomo menjadi raja maka kedudukannya sebagai raja begitu kuat, kokoh, tidak tergoyahkan dan daerah kekuasaannya begitu besar. Kenapa Salomo bisa mencapai kesuksesan ini? Apakah semata karena warisan kekayaan Daud? Ataukah karena kharismanya sebagai seorang raja? Puji Tuhan, ternyata bukan karena itu, tapi karena penyertaan TUHAN, Allahnya atas dirinya. Itulah yang utama.

Saat saya membaca ayat ini, hati saya terhibur dan dikuatkan bahwa penyertaan Tuhan jauh melampaui apa pun yang ada di dunia ini. Penyertaan Tuhan bisa saja menghasilkan kesuksesan secara jasmani, seperti kisah Abraham, Ayub, Salomo. Akan tetapi, alih-alih kesuksesan jasmani, penyertaan Tuhan bisa berupa ketegaran menghadapi tantangan hidup yang berat, sampai tujuan Tuhan tercapai. Contohnya para rasul yang menderita dan mengalami kematian tragis. Ini tidak mengesampingkan penyertaan Tuhan. Jadi jangan hanya mengejar kehidupan jasmani tapi hendaknya kita selalu minta penyertaan Tuhan. –RT/www.renunganharian.net

RAHASIA KEBERHASILAN KITA YAITU
SAAT TUHAN BERKENAN UNTUK MENYERTAI KITA.