Penuh Belas Kasihan

Ada 3 reaksi ketika kita menjumpai seseorang yang malang hidupnya: Pertama, ada yang memandang rendah karena ia merasa dirinya lebih berkuasa; kedua, ada yang merasa tidak peduli sehingga tidak merasa perlu untuk menolong. Dan ketiga, tergerak oleh belas kasihan sehingga mendorongnya untuk memberi pertolongan. Saat hati seseorang berpusat pada diri sendiri maka ia akan mengabaikan hidup orang miskin. Sebaliknya, hati yang berbelaskasihan akan mendorongnya untuk menolong mereka yang menderita.

Di masa lalu, kehidupan para janda, orang asing, dan anak-anak yatim kerap diperlakukan tidak adil. Dan Allah berfirman kepada orang-orang Israel untuk tidak menindas mereka yang lemah. Allah mengingatkan bahwa dulu mereka adalah orang asing, menderita, dan tertindas di Mesir. Allah menunjukkan betapa menderitanya hidup sebagai orang asing yang tertindas. Pengalaman itu akan selalu mengingatkan mereka untuk tidak menindas keberadaan orang-orang yang miskin.

Yesus mengingatkan agar kita menaruh belas kasihan kepada mereka yang malang hidupnya. Ketika kita melihat orang yang lapar dan haus, kita harus memberinya makan dan minum. Artinya, tanggung jawab untuk memperhatikan dan berbelaskasihan kepada para janda, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin adalah panggilan kita sebagai orang-orang yang telah menerima belas kasihan dan anugerah Allah. Belas kasihan dan peduli kepada yang lemah adalah karakter Allah Bapa kita. Pun sebagai umat-Nya, kita pun mewarisi karakter yang sama. –SYS/www.renunganharian.net

ALLAH TELAH MENUNJUKKAN BELAS KASIHAN-NYA KEPADA KITA,
DIA INGIN KITA MELAKUKANNYA KEPADA SESAMA KITA.