Penjara Kekhawatiran

Saat ini banyak orang terbelenggu dalam penjara kekhawatiran. Mulai dari perasaan resah dan gelisah sepanjang hari, tidak dapat tertidur nyenyak di malam hari, sampai akhirnya menjadi depresi. Ironis karena banyak dari orang percaya termasuk di dalamnya! Sebabnya, sekalipun bertuhan, mereka tidak yakin Tuhan memelihara. Sekalipun memohon kepada Tuhan, mereka tidak yakin Tuhan mampu menolong. Atau, sekalipun mereka percaya Tuhan mampu menolong, mereka tidak yakin Tuhan mau menolong .

Tuhan Yesus tidak mau anak-anak-Nya tersiksa dalam penjara kekhawatiran. Berulang kali Dia menasihatkan untuk tidak khawatir! Jika Tuhan memelihara burung-burung di udara, mungkinkah Dia tidak memelihara kita? Jika Tuhan mampu mendandani bunga bakung sampai sedemikian indahnya, mungkinkah Dia tidak mampu menolong kita melewati kesukaran? Ingat, kekhawatiran tidak akan dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidup kita (ay. 27). Kekhawatiran justru akan menghabiskan energi mental kita. Bukankah sia-sia kalau kita mau dibelenggu olehnya?

Kekhawatiran tidak dapat memenjarakan kita apabila kita menanamkan kebenaran di dalam hati bahwa Tuhan sempurna memelihara kehidupan kita. Tangan Tuhan yang perkasa siap sedia diulurkan kepada kita. Hari ini, segeralah kita meninggalkan penjara kekhawatiran! Alih-alih resah atau gelisah, ketika persoalan menghampiri, mari datang kepada Tuhan! Nyatakan isi hati kita kepada-Nya, dan percayalah Dia mampu dan mau menolong kita! –LIN/www.renunganharian.net

RANGKULLAH KEBEBASAN HIDUP KITA DENGAN SEPENUHNYA
MEMERCAYAI KASIH DAN KUASA TUHAN!