Penghiburan Tanpa Kata

Ayub adalah salah satu tokoh Alkitab yang identik dengan penderitaan. Ia seorang yang takut akan Allah dan menjalani hidup saleh (Ayb. 1:1), namun justru itu menjadi alasan si iblis mencobainya. Ia kehilangan seluruh harta kekayaannya beserta kesepuluh anaknya, melalui serangan musuh dan bencana alam yang datang tiba-tiba (Ayb. 1:13- 19). Ia juga menderita penyakit kulit yang mengerikan di sekujur tubuhnya (Ayb. 2:7).

Dalam kondisi terpuruk, Ayub tetap setia kepada Tuhan (Ayb. 1:21). Komitmennya untuk tetap bertekun hidup saleh justru mendapat penentangan dari istrinya (Ayb. 2:9). Namun Ayub beruntung karena ia memiliki tiga sahabat istimewa, yakni Elifas, Bildad dan Zofar. Ketiganya datang dari jauh untuk menunjukkan dukungan kepada Ayub. Mereka menangis bersama, dan berkabung bersama. Mereka duduk di tanah bersama-sama dengan Ayub, selama tujuh hari tujuh malam, tanpa berkata sepatah kata pun, karena mereka menyadari betapa berat penderitaannya. Mereka sungguh mengerti, bahwa yang Ayub butuhkan saat itu bukanlah kata-kata nasihat, petuah yang manis, seruan pertobatan, atau tuduhan bersalah. Ia lebih membutuhkan ungkapan rasa empati, melalui kehadiran mereka di sisinya, walau tanpa kata.

Menunjukkan penghiburan kepada orang yang berduka tidak selalu harus kita ungkapkan dengan kata-kata. Sebuah pelukan, tepukan di bahu, genggaman tangan yang kokoh, duduk diam di dekatnya untuk beberapa waktu, kadang jauh lebih berarti. Mari terus belajar berempati! –HT/www.renunganharian.net

PENGHIBURAN PALING EFEKTIF SERING KALI TANPA MENGGUNAKAN KATA-KATA,
MELAINKAN MELALUI KEHADIRAN DAN TINDAKAN YANG PENUH EMPATI.