Pengetahuan Itu Penting

Saya tersenyum melihat gambar seorang pekerja pencucian mobil yang terperangah melihat hasil pekerjaannya. Pada gambar A, ia terlihat sedang menyiram dan menyabun mobil sebelah luar. Namun, pada gambar B, terlihat bagian dalam mobil penuh dengan sabun mulai dari kaca belakang hingga kursi dan dashboard bagian depan! Gambar yang diunggah di akun media sosial teman saya itu lantas diberi tambahan kalimat bernada peringatan: “Ini akibatnya kalau terlalu rajin tetapi tidak mengerti apa-apa.”

Sepenuhnya saya setuju dengan peringatan yang senada dengan nas renungan hari ini. Menjadi orang rajin memang baik, termasuk dalam pekerjaan, pelayanan, atau bidang kehidupan yang lainnya. Namun, jika tidak ditambah pengetahuan, maka kerajinan itu akan menjadi sesuatu yang tidak baik. Sebaliknya, kombinasi kerajinan dan pengetahuan akan menghasilkan produktivitas dan efektivitas yang bagus. Mengenai hal itu, Rasul Petrus pernah menasihatkan agar umat Tuhan tak hanya berfokus pada iman, tapi juga ditambah hal-hal lain, salah satunya pengetahuan (2Ptr. 1:5). Beriman saja tanpa menambah pengetahuan juga tidak baik karena dapat menggiring seseorang menjadi ekstrem dan bertindak bodoh.

Pengetahuan itu penting untuk ditambah atau diperluas, tak hanya untuk urusan rohani. Jangan sampai kita dikenal sebagai orang yang gegabah, ceroboh, atau bodoh karena kurang pengetahuan. Caranya, mulailah luangkan waktu untuk membaca, menonton tayangan berkualitas, termasuk belajar dari kehidupan orang lain. Tertarik mencoba? –GHJ/www.renunganharian.net

BERTAMBAHNYA USIA SEHARUSNYA DIIKUTI
PERTAMBAHAN PENGETAHUAN DAN HIKMAT.