Pengampunan dalam Penderitaan

Peristiwa bom bunuh diri di 3 gereja menewaskan dan melukai puluhan orang, menimbulkan duka yang mendalam terutama bagi keluarga yang menjadi korban. Tapi keluarga korban yang mengalami penderitaan dan kedukaan mengatakan, “Kami sudah mengampuni pelaku.” Mereka telah dan belajar menghidupi pengajaran Tuhan Yesus tentang pengampunan.

Dalam bacaan hari ini berbicara tentang pengampunan. Definisinya melupakan, menerima dengan tulus segala kesalahan orang lain dan tidak mengingatnya kembali. Petrus yang mewakili konsep orang Yahudi pada umumnya memahami bahwa pengampunan diberikan maksimal 7 kali. Tetapi Tuhan Yesus berkata harus memberikan pengampunan 70 x 7 kali. Apakah ini berarti 490 kali? Tidak, ini tidak berbicara tentang jumlah melainkan pengampunan harus selalu diberikan. Tuhan Yesus sendiri sudah melakukannya di atas kayu salib. Dia berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Luk. 23:34).

Kenapa kita harus memberikan pengampunan yang tidak terbatas dan tidak terhitung? Karena Allah sudah terlebih dahulu memberikan kita pengampunan dosa di masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Pengampunan Allah melalui Tuhan Yesus itu penuh dan utuh. Karena itu, kita yang sudah diampuni secara utuh sudah sewajarnya menyatakan pengampunan meski dalam situasi menderita dan berduka. –RT/www.renunganharian.net

KITA DISAKITI, TERLUKA DAN BERDUKA? ALLAH ROH KUDUS BERBISIK
LEMBUT DI TELINGA HATI KITA, “AMPUNILAH MEREKA.”