Pengalaman Traumatis

Peristiwa buruk di masa lalu ada kalanya membuat kita mengalami trauma. Timbul rasa takut yang besar bahwa peristiwa buruk tertentu bakal terulang di masa sekarang atau nanti. Kita lalu melakukan antisipasi yang tidak perlu, bahkan tidak masuk akal. Pada penderita trauma yang berat, peristiwa yang pernah terjadi seolah masih terus hidup secara nyata di masa sekarang. Belenggu masa lalu semacam itu tentu sangat menyiksa. Penderita tidak bisa menikmati lagi sukacita. Padahal keadaan saat ini sudah jauh berbeda dibanding masa lampau.

Yusuf pernah mengalami masa-masa yang amat berat. Dikhianati oleh kakak-kakaknya, Yusuf dijual sebagai budak di negeri asing, Mesir. Padahal Yusuf yang masih berusia tujuh belas tahun ketika itu bermaksud mengantarkan makanan untuk mereka. Pengalaman buruk masih terus mengikuti Yusuf hingga tiga belas tahun setelahnya. Namun Yusuf mampu bertahan dalam kekudusan sambil tetap memelihara pengharapan imannya. Yusuf akhirnya mendapat kedudukan tinggi di Mesir. Ia pun mengenang kebaikan TUHAN dan tetap berbuat baik kepada kakak-kakaknya.

Ada dua kunci sukses yang membuat Yusuf mampu menjalani pengalaman buruknya tanpa dibelenggu trauma. Pertama, Yusuf percaya bahwa TUHAN senantiasa hadir di setiap momen hidupnya. TUHAN berdaulat atas dirinya. Yusuf hanya perlu menjalani hidup yang TUHAN tetapkan baginya. Kedua, Yusuf beriman bahwa TUHAN pasti mengerjakan hal yang baik bagi diri, keluarga, bahkan keturunannya. Tidak perlu ada rasa takut ataupun kecewa. –HEM/www.renunganharian.net

PERCAYALAH BAHWA TUHAN ITU BAIK DAN HADIR DALAM SELURUH HIDUP ANDA.
TUHAN MEMAKAI PENGALAMAN BURUK MASA LALU UNTUK KEBAIKAN KITA.