Pemenang

Mengheningkan cipta merupakan salah satu bagian dalam upacara. Mengheningkan cipta dimaksudkan untuk mengenang jasa para pahlawan yang berjuang dan gugur demi membela bangsa Indonesia. Perjuangan mereka tentu tidak boleh dilupakan begitu saja. Karenanya, kita selalu memperingati 10 November sebagai hari Pahlawan.

Sadar atau tidak, setiap kita juga adalah para pejuang. Bedanya, kita tidak lagi berjuang secara fisik melawan penjajah tetapi berperang melawan tipu muslihat iblis (ay. 11, 12). Setiap hari, kita memerangi dusta, kebencian, kemarahan, iri hati dan dosa lainnya. Pertempuran ini tentu tidak bisa dianggap enteng. Iblis yang menjadi musuh kita sangat tangguh. Ia bahkan disebut sebagai pendusta dan bapa segala dusta (Yoh. 8:44). Dengan kecerdikannya, iblis berusaha menyeret kita agar jatuh dalam berbagai-bagai dosa. Beruntungnya, kita tidak dibiarkan melewati pertempuran ini sendirian. Sesungguhnya, Allah telah memperlengkapi kita dengan perlengkapan senjata-Nya (ay. 14-17). Dengan perlengkapan itulah, kita dapat menghancurkan setiap siasat yang dirancang oleh iblis. Lebih dari itu, Allah bahkan ada di pihak kita. Jika Dia ada di pihak kita, siapa dapat melawan? (Rm. 8:31).

Setiap perjuangan tentu disertai dengan tujuan. Saat ini, kita berjuang bukan demi sesuatu yang fana tetapi demi kekekalan. Dengan hidup yang sudah ditebus oleh darah Kristus Yesus, mari berjuang sedemikian rupa untuk hidup bagi Tuhan agar kita layak disebut sebagai pemenang. –LIN/www.renunganharian.net

MARI MENGAWALI HARI-HARI PERJUANGAN KITA DENGAN TEKAD KUAT
UNTUK MELAWAN SEMUA SIASAT DAN TIPU MUSLIHAT IBLIS.