Sukacita Sejati

Minggu, 5 April 2020

 

Dalam jemaah pujilah Allah. Mazmur 68: 27

 

Ketika orang banyak yang datang merayakan pesta mendengar, bahwa Yesus sedang di tengah jalan menuju Yerusalem, mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!” Yohanes 12: 12-13

 

Apa saja hal-hal yang bisa membuat orang bersukacita? Mendapatkan hadiah misalnya, penghargaan, kelimpahan berkat, naik pangkat, mendapatkan pekerjaan yang baik, dan masih banyak lagi. Bersukacita menandakan  bahwa seseorang sedang dalam suasana hati yang baik. Tetapi sukacita tidak hanya sekedar sikap ceria oleh karena hal-hal duniawi yang sementara kemudian lenyap. Lebih daripada itu, sukacita yang diwujudkan dengan memuji Tuhan adalah sikap iman yang amat penting dalam kehidupan umat Tuhan. Inilah yang dilakukan oleh bangsa Israel.

Umat merasakan sukacita yang besar ketika Allah memimpin mereka keluar dari Mesir. Mereka menyadari akan kekuatan Allah yang telah bertindak bagi mereka. Oleh sebab itu bangsa Israel menaikkan pujian dan arak-arakan ke rumah Tuhan. Tidak lupa dikutip sebagian syair lagu yang dinyanyikan dalam arakan itu (ay.27). Sukacita yang besar juga digambarkan dalam Injil Yohanes. Orang banyak menaikkan puji-pujian ketika menjelang Paskah. Mereka menyambut dan mengelu-elukan Yesus  terutama karena mujizat kebangkitan Lazarus. Ketika Yesus masuk ke Yerusalem, terjadilah sesuatu yang luar biasa, dimana ada banyak orang yang menyatakan iman percayanya kepada Kristus.

Allah kita dahsyat bukan hanya dalam tindakan-Nya terhadap Israel, tetapi juga kepada kita saat ini. Perjalanan hidup setiap kita, tidak lepas dari campur tangan dan perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib dan dahsyat. Tuhan telah memberikan kita banyak berkat. Dan sebenarnya keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita merupakan alasan yang paling kuat untuk kita selalu bersukacita dan memuji Tuhan. Apa buktinya? Sebentar lagi kita akan mengingat dan mengenang kembali Kasih Allah yang besar dalam kehidupan umat percaya melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di Kayu Salib. Jadi, masih adalah alasan untuk tidak bersukacita? (AS)

 

Bacaan Alkitab: Yohanes 12: 12-19; Filipi 2: 5-11; Mazmur 88