Palsu

Saat ini, hampir semua barang sudah dipalsukan. Barang bermerek ada KW-nya. Baju, sepatu, tas, aksesoris, smartphone, lagu, film, sampai obat dan makanan, semua telah dipalsukan. Telur palsu dibuat dari sodium alginate, gelatin dan pewarna kimia. Penjual udang segar palsu juga melakukan trik kotor dengan menambahkan gelatin dan jelly ke dalam badan udang. Kulit udang memang asli, tapi dagingnya palsu. Semua barang palsu tersebut jelas-jelas merugikan konsumen.

Untuk menunjukkan eksistensi diri, orang jaman sekarang melakoni gaya hidup hedonis. Budaya hidup kekinian seakan menjadi sesuatu yang wajib dipamerkan. Rela menunggu berjam-jam agar bisa duduk-duduk di kafe mahal hanya untuk membeli sepotong kue kecil dan minuman yang harganya selangit. Rela berutang hanya agar bisa bergaya dengan tas mewah. Merasa dirinya sangat bergengsi ketika terlihat berada di tempat mewah yang sulit dijangkau masyarakat kelas bawah. Langkah terasa melayang ketika mengenakan sepatu model terbaru dan menenteng tas mahal.

Hati-hatilah dengan segala bentuk kepalsuan. Mencari jati diri tidak perlu harus mendapat pengakuan dari pandangan orang lain terhadap kita. Berusaha mendefinisikan citra diri agar diakui orang lain membuat kita menjadi tidak jujur pada diri sendiri. Hiduplah dalam kejujuran, tak perlu menggadaikan kebenaran. Hidup dalam kepalsuan begitu menyiksa. Jadilah diri sendiri, dan biarlah kehidupan kita menghasilkan buah yang selaras dengan identitas kita sebagai anak Allah. –JB/www.renunganharian.net

TAK PERLU HIDUP DALAM KEPALSUAN. KITA DIUNDANG UNTUK MENGHASILKAN BUAH YANG SELARAS DENGAN IDENTITAS KITA SEBAGAI ANAK ALLAH.