Orang yang Terbatas

Sekali lagi Tuhan menyerahkan orang Israel ke dalam tangan orang Filistin selama empat puluh tahun lamanya, karena kejahatan mereka kepada-Nya. Bukan untuk membinasakan mereka, tetapi karena kasih-Nya kepada umat-Nya. Dia ingin mereka sadar akan kejahatan mereka dan berbalik kepada-Nya. Tuhan ingin memperlihatkan bahwa Dialah yang sanggup menyelamatkan mereka dari tangan musuh, sehingga hanya kepada-Nya saja seharusnya mereka tunduk dan berbakti.

Tuhan merancangkan penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin melalui keluarga Manoah. Keluarga yang memiliki keterbatasan, karena istri Manoah, yang tidak disebutkan namanya, bahkan beberapa kali hanya disebutkan sebagai perempuan itu adalah seorang yang mandul. Tetapi Tuhan luar biasa. Dia memilih seorang yang terbatas untuk dipakai sebagai alat-Nya untuk menyatakan ketidakterbatasan-Nya. Dari perempuan itu lahirlah Simson, nazir Tuhan untuk menyatakan kasih dan penyelamatan-Nya kepada orang Israel.

Selain memiliki kelebihan, setiap orang pasti memiliki keterbatasan, mungkin keterbatasan fisik, ekonomi, kemampuan berbahasa, kecerdasan, kemampuan bersosialisasi, dan lainnya. Ada orang yang dalam keterbatasannya, ia kecewa dan marah, tetapi ada orang yang tetap bisa bersyukur dan mau dipakai Tuhan. Ketika seseorang mau membuka hati untuk dipakai-Nya, Dia sanggup memakai segala keterbatasannya menjadi berkat bagi banyak orang. Maukah dalam segala keterbatasan, kita menundukkan diri dan mau dipakai sebagai alat-Nya sepanjang hidup kita? –ANT/www.renunganharian.net

KETERBATASAN MANUSIA BUKAN HALANGAN BAGI TUHAN
UNTUK MENYATAKAN KARYA-NYA.