Murid yang Mendengarkan

Sebagai murid Tuhan, apakah yang sudah kita lakukan untuk-Nya dalam hidup kita? Sering kali kita mengaku dengan bangga bahwa kita adalah murid Tuhan, tetapi justru kebingungan ketika harus mengatakan hal apa yang sudah kita lakukan untuk Tuhan. Sering kali pula kita mengaku bahwa kita sudah melayani Tuhan. Tetapi pernahkah kita merenungkan, untuk siapakah pelayanan yang kita lakukan? Apakah ditujukan untuk Tuhan? Ataukah untuk diri sendiri?

Dalam bacaan ini diceritakan Yesus yang berdoa untuk para murid-Nya. Dalam doa-Nya, Yesus menunjukkan dengan jelas, siapakah yang disebut sebagai para murid-Nya. Mereka adalah orang yang menuruti firman (ay. 6) dan menerima firman (ay. 8). Artinya, Yesus hendak menunjukkan bahwa para murid-Nya adalah orang-orang yang mau merendahkan diri untuk mendengarkan, bukan orang yang merasa sudah mampu. Karena hanya dengan merendahkan diri untuk mendengarkan sajalah, maka mereka dapat menerima dan menuruti firman, serta percaya kepada Yesus. Untuk merekalah Yesus berdoa, supaya mereka beroleh hidup dalam kasih-Nya, karena mereka yang mau mendengarkan dan menuruti firman itu adalah milik-Nya.

Jika kita mengaku diri sebagai murid-Nya, maka sudah semestinya kita tunduk kepada Tuhan, bukan tunduk kepada ego. Dengan merendahkan diri untuk tunduk kepada Tuhan, kita dapat mengarahkan pelayanan kita kepada Tuhan, dengan mewujudkannya dalam hidup bagi sesama. –ZDP/www.renunganharian.net

DENGAN MERENDAHKAN DIRI UNTUK MENDENGARKAN,
KITA DAPAT BELAJAR MEMAHAMI SEGALA SESUATU LEBIH LUAS.