Munafik

Yehu membantai habis keluarga Ahab (2Raj. 10:1-17). Yehu juga bekerja giat bagi Tuhan. Tidak saja meruntuhkan tugu berhala dan meruntuhkan rumah Baal (ay. 26, 27), ia juga membunuh semua penyembah Baal (ay. 25). Hal itu dipandang baik oleh Tuhan, dan Yehu telah melakukan apa yang benar di mata Allah (ay. 30). Sayangnya, Yehu tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yakni dosa penyembahan anak-anak lembu emas (ay. 29). Yehu tidak hidup menurut hukum Tuhan dengan segenap hatinya (ay. 31).

Mungkin kita bisa seperti Yehu, giat bekerja melayani Tuhan, berusaha menggenapi firman Tuhan, kita menentang ketidakbenaran, dan berseru menyampaikan Injil Tuhan. Namun siapa tahu kita menjadi munafik seperti Yehu, karena kita tidak menjauhkan diri dari dosa-dosa. Perbuatan kita masih melekat dengan dosa. Seperti Yehu, kita tidak menaati firman Tuhan dengan segenap hati.

Menurut Tuhan Yesus, orang munafik itu seperti firman Allah yang disampaikan oleh nabi Yesaya, “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku” (Yes. 29:13). Orang munafik bukan orang dengan kepercayaan lain, tetapi orang yang sama-sama percaya kepada Tuhan. Keberadaan orang munafik bukan di luar gereja, tetapi di dalam gereja. Mereka mungkin menjadi pengurus atau majelis gereja, aktivis gereja, atau bahkan hamba-hamba Tuhan. Mereka yang bergiat dalam nama Tuhan, mereka yang sekuat tenaga melayani Tuhan, bisa munafik karena tidak sepenuh hati menaati firman Tuhan, dan sesungguhnya tidak mengasihi Tuhan. Waspadalah! –JAP/www.renunganharian.net

ORANG MUNAFIK ADALAH ORANG YANG GIAT MELAYANI TUHAN,
TETAPI SESUNGGUHNYA HATI MEREKA JAUH DARI TUHAN.