Minum Penghapus Dahaga

Kantor pusat gereja kami memutuskan untuk meniadakan air dalam gelas kemasan dan menggantinya dengan air galon dan gelas-gelas biasa. Keputusan ini bertujuan mengurangi sampah plastik. Selain itu, orang sering tidak menghabiskan air dalam kemasan dan membuangnya sia-sia.

Pemazmur mengajak pembacanya untuk memuji-muji Allah karena agung kuasa-Nya. Ke-Mahakuasa-an Allah nyata di dalam segala ciptaan-Nya. Langit dibentangkan-Nya seperti tenda, kamar-kamar loteng di air didirikan-Nya, awan sebagai kendaraan-Nya, angin menjadi suruhan-Nya, api jadi pelayan-Nya, dan bumi sebagai tumpuan kaki-Nya (ay. 2-5). Inilah gambaran tentang Allah yang berkuasa atas segenap ciptaan-Nya. Air pun adalah ciptaan Allah. Dia yang mengatur aliran air dan menyediakan air untuk memberi kehidupan kepada segenap makhluk hidup, memberi minum dan memuaskan dahaga, juga menyuburkan tanam-tanaman.

Ketika kita minum dan menggunakan air dalam keseharian, apakah kita mengingat asal-usulnya? Siapa yang menciptakannya? Air adalah karya agung Allah. Oleh sebab itu, kita perlu menghargai keberadaan air. Saat tidak ada air, kita mengalami kesusahan karena kekeringan. Saat berlimpah tetapi tidak terkendali, kita kebanjiran. Air perlu dijaga kelestarian dan kebersihannya supaya dapat terus menunjang kehidupan manusia. Bijaksana menggunakan air akan membuat masa depan kita tetap baik. Saat kita minum air, ingatlah bahwa kesejukan dan kesegaran yang kita rasakan itu adalah anugerah Allah yang patut disyukuri dan dijaga. –AAS/www.renunganharian.net

KESEJUKAN AIR YANG KITA MINUM MENGINGATKAN
PADA KESEJUKAN KASIH TUHAN YANG MEMELIHARA HIDUP.