Merindukan Yerusalem Baru

Saya senang mendengar lagu berjudul “Oh, Yerusalem” di mana petikan liriknya dapat mengobarkan kerinduan orang-orang percaya untuk berada di Yerusalem Baru. Kota mulia yang ditulis dalam kitab Wahyu, di mana tidak ada dukacita dan air mata di dalamnya. Bagaimana keadaan kota tersebut? Apa yang kelak akan kita dapati di sana? Siapakah orang-orang yang ditolak masuk ke sana? Kita akan melihat beberapa fakta berdasarkan penglihatan yang diterima oleh Rasul Yohanes.

Pertama, Yerusalem Baru akan turun dari surga, bukan dibentuk atau didirikan oleh manusia. Kedua, Allah sendiri akan menjadi Bait Suci dan kemuliaan Allah meneranginya sehingga tak memerlukan matahari dan bulan (ay. 22-23). Ketiga, orang-orang keji, najis, dan pendusta takkan masuk ke sana, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan (ay. 27). Gambaran yang cukup jelas bukan? Pastilah setiap orang percaya rindu diperbolehkan masuk dan menikmati indahnya kehidupan di Yerusalem Baru.

Jadi, selain memastikan bahwa kita telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi, jagalah hidup kita sedemikian rupa agar kita tidak melakukan hal-hal yang keji, najis, atau menjadi pendusta. Mohonlah agar kasih karunia-Nya dicurahkan hari lepas hari, sehingga kita dapat menjalani kehidupan yang berkenan kepada Allah, dan kelak diperkenankan menikmati indahnya suasana Yerusalem Baru bersama Kristus! –GHJ/www.renunganharian.net

MENJALANI KEHIDUPAN KEKAL BERSAMA KRISTUS
HARUSLAH MENJADI KERINDUAN YANG TAK TERPADAMKAN.