MERESPONS KECAMAN YESUS

Jika ada anggapan bahwa Yesus bukanlah Sosok pemberani, tampaknya hal tersebut kurang tepat. Mengapa? Karena Alkitab, terutama Injil, banyak mencatat kisah dimana Yesus melakukan “konfrontasi” secara terbuka kepada para ahli agama yang dinilai-Nya tidak benar. Salah satu konfrontasi terbuka dari Yesus terdapat pada bacaan yang kita renungkan pada hari ini.

Ada banyak “keberatan” yang dapat kita simak dari kecaman Yesus terhadap ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Diawali dari sorotan Yesus terhadap perilaku para ahli agama yang bertolak belakang dengan pengajaran mereka (ay. 2-4), dilanjutkan dengan membuka motivasi hati mereka yang hanya mencari pujian manusia, bukan perkenan Allah (ay. 5-7). Salah satu kecaman paling keras adalah saat mereka disamakan dengan kuburan yang dicat putih. Sungguh merupakan kecaman yang memerahkan telinga dan dapat mengobarkan amarah dari siapa pun yang menerima kecaman itu! Yesus mengucapkan itu karena mengetahui persis bahwa kondisi hati mereka penuh kemunafikan dan kedurjanaan, tidak sebersih yang terlihat dari luar lewat perilaku agamis mereka.

Kecaman Yesus memang tertuju bagi para ahli agama, tetapi baik juga untuk kita renungkan selaku pengikut Kristus. Dalam kecaman tersebut, saya menangkap adanya harapan bahwa jangan sampai para pengikut Kristus meniru perilaku dari para ahli agama tersebut. Kita perlu menampilkan gaya hidup yang baik, tetapi jauh lebih penting mencari perkenan Allah, yang dimulai dari mengoreksi hati dalam terang Roh Kudusnya.