Menyukakan Hati Tuhan

Kebangunan rohani terjadi di kerajaan Yehuda di bawah pemerintahan Raja Asa. Awal kebangunan rohani itu ditandai oleh keberanian Raja Asa dengan menghancurkan mezbah-mezbah asing, tugu-tugu berhala diruntuhkannya. Ia tak segan memecat Maakha, neneknya, dari jabatan ibu suri karena dialah yang mendirikan patung Asyera. Raja Asa memerintahkan rakyatnya untuk membuat perjanjian dan kembali mencari Tuhan dengan segenap hati.

Komitmen Raja Asa untuk mengasihi Tuhan sungguh menghadirkan perkenanan Tuhan datang kepadanya. Dan Tuhan memberikan keamanan di negeri Yehuda bertahun-tahun lamanya. Penyertaan Tuhan pun dibuktikan ketika bangsa Etiopia datang menyerang dengan satu juta pasukannya dan Tuhan memberikan kemenangan kepada Yehuda. Tuhan memberkati Raja Asa dan Yehuda dengan kekayaan besar hasil jarahan dari musuh-musuhnya. Berkat Tuhan yang dicurahkan kepada Raja Asa sungguh membuktikan kesetiaan Tuhan yang tak pernah putus meski raja-raja yang memerintah sebelumnya berkali-kali tidak setia kepada-Nya.

Tidak ada hal lain yang dapat kita lakukan untuk menyukakan hati Tuhan selain ketika kita berkomitmen untuk mengasihi-Nya dengan bersungguh-sungguh hati. Mengasihi Tuhan yang diwujudkan dalam sikap tunduk dan ketaatan melakukan semua kehendak-Nya. Sudahkah kita berkomitmen sungguh-sungguh untuk mengasihi Tuhan dan firman-Nya? Kiranya sebagai orang-orang yang mengasihi-Nya, kita mewujudkannya dengan sikap hidup yang memperkenan hati-Nya dan tidak lagi berkompromi dengan dosa. –SYS/www.renunganharian.net

TIDAK ADA HAL YANG MENYUKAKAN HATI TUHAN SELAIN KETIKA KITA
BERKOMITMEN UNTUK MELAKUKAN KEHENDAK-NYA DENGAN SEGENAP HATI KITA.