Menuntut Tindakan

Kalau kita berkata kita peduli namun tidak menindaklanjuti perasaan itu, artinya sama dengan tidak peduli. Ketika atap rumah salah satu saudara yang kurang mampu roboh, kami sepakat menghimpun dana. Ada yang menyumbang uang, bahan bangunan dan tenaga. Tetapi ada juga yang berkata “saya peduli” tanpa berbuat apa pun. Padahal sebetulnya hidupnya banyak diberkati secara materi.

Saat Yesus dan murid-murid-Nya meninggalkan Yerikho, dua orang buta mendengar Yesus lewat. Mereka segera berseru memohon belas kasihan Yesus (ay. 30). Apa respons orang banyak? Mereka bukannya peduli, menuntun kedua orang buta ini menemui Yesus, atau memohon Yesus menemui keduanya, orang banyak justru menegur agar mereka diam (ay. 31). Yesus mendengar seruan mereka, lalu berhenti dan memanggil mereka. Hati Yesus tergerak oleh belas kasihan, maka Dia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat dan mengikuti Dia. Yesus merasakan belas kasihan, maka Yesus bertindak. Yesus mengubah hidup seseorang dengan kasih-Nya. Belas kasihan menuntut tindakan, bukan hanya sebatas ucapan. Saat kita memiliki hubungan yang dekat dengan Yesus, kita mudah berbelas kasihan dan melakukan tindakan.

Apakah saya menindaklanjuti perasaan kasihan saya, atau tidak mau melakukan tindakan kasih dengan berbagai dalih? Saat kita mengasihi, kita peduli, kita rela memberikan apa yang seseorang butuhkan, kita melakukan sesuatu dan melibatkan diri sehingga membuat perbedaan dalam hidup seseorang. –RTG/www.renunganharian.net

BELAS KASIHAN MENUNTUT TINDAKAN, BUKAN HANYA SEBATAS UCAPAN.