Menjalani Jalan Tuhan

Saya sering tidak dapat memahami jalan Tuhan. Dia bekerja dengan cara yang tak saya duga. Ia membuat semua terjadi sesuai waktu dan rencana-Nya. Jalan Tuhan bagi Daud pun demikian. Di akhir takhtanya Saul galau karena sering diganggu roh jahat. Kesempatan ini dipakai Tuhan untuk membawa Daud ke dalam lingkungan istana. Menilik kehidupan Daud yang tadinya tak dipandang karena hanya seorang gembala, pada perikop yang kita baca hari ini kita menemukan bahwa ternyata pengalaman itu Tuhan pakai untuk menyiapkan dia menerima panggilan-Nya untuk kelak menjadi raja Israel.

Seorang pegawai istana Saul mengingat bahwa Daud, sang gembala, mempunyai keahlian bermain musik yang bisa berguna bagi kebaikan raja Saul sehingga ia diundang ke istana. Dalam perannya di istana, ternyata Daud menunjukkan prestasi yang sangat baik sehingga Saul mengangkatnya ke posisi yang tinggi sebagai pembawa senjatanya. Hingga saat itu, Saul belum mengetahui bahwa Daud telah diurapi oleh Samuel menjadi raja berikutnya atas Israel. Mungkin sekali Daud dan Isai pun tidak menyadari bahwa urapan yang dilakukan oleh Samuel adalah pengurapannya sebagai raja untuk menggantikan Saul.

Saya berharap kita mendapat pelajaran berharga dari kisah Daud ini. Memang jalan Tuhan penuh misteri. Oleh karena itu kita belajar mengikuti jalan yang disiapkan Tuhan untuk kita. Kita tidak dapat memaksakan jalan kita kepada-Nya. Kita harus berproses agar makin peka terhadap tuntunan Tuhan. Kita juga harus percaya bahwa jalan-Nya adalah jalan terbaik bagi kita. –ENO/www.renunganharian.net

JALAN TUHAN NAIK TURUN DAN BERLIKU,
TETAPI DI UJUNGNYA KEBAIKAN MENUNGGU.