Menjadi Terang

Gunung Sion bagi suku Yehuda dipandang sebagai tempat yang suci, pusat bumi dan penting bagi seluruh dunia. Di Sionlah nama Allah disembah. Yesaya memperingatkan bahwa tempat itu suatu saat akan ditinggalkan karena bangsanya telah menyimpang dari Tuhan. Mereka akan ditawan dan dibuang ke tengah bangsa-bangsa lain. Tetapi saat mereka kembali memanggil nama Tuhan, mereka akan dibebaskan. Mereka akan kembali ke Sion dan akan diperintah oleh Raja Damai. Raja yang menghakimi dengan adil dan memerintah dengan penuh kasih. Saat itulah Sion akan menjadi terang bagi bangsa-bangsa dan banyak bangsa akan berduyun-duyun pergi ke sana. Karena di sanalah keadilan dan kebenaran diajarkan dan diberlakukan.

Sesungguhnya Kristuslah Raja Damai itu. Ia telah datang ke dunia ini. Barang siapa memanggil Nama-Nya dan membiarkan memerintah di hatinya, maka ia akan merasakan kedamaian yang sejati. Tak hanya itu ia akan menjadi terang bagi orang lain sehingga mereka akan datang kepada Allah.

Sekarang kita hidup di tengah-tengah dunia di mana kejahatan dan ketidakadilan dipertontonkan. Bangsa melawan bangsa dan sesama manusia saling membunuh dan menyakiti. Sebagai orang percaya kita diajak menjadi terang bagi dunia ini, sebab Raja Damai itu telah bersemayam dalam hati kita. Tebarkanlah kedamaian, kasih dan kebenaran agar mereka yang hidup dalam kegelapan memandang kepada terang yang ajaib. –PRB/www.renunganharian.net

HIDUP DALAM TERANG ALLAH MENJADI TERANG BAGI YANG BELUM MENGENAL ALLAH,
SEHINGGA MEREKA DATANG KEPADA-NYA.