Menjadi Teladan

Di hari Minggu pagi yang santai, saya dan seorang teman pergi untuk sekadar berjalan-jalan. Ketika tiba di sebuah perempatan, lampu merah sedang menyala. Saya ingin langsung menyeberangi jalan, karena sejauh penglihatan saya tidak ada kendaraan lain yang mendekat. Namun, teman saya berkata: “Jangan memberi contoh yang tidak baik, bagaimana jika ada anak-anak yang melihat dan menirunya?”

Perkataan teman saya mengingatkan saya ketika Rasul Paulus menegur jemaat di Korintus. Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus agar memberikan contoh yang baik kepada jemaat-jemaat yang baru mengikut Kristus. Supaya mereka tidak melakukan hal yang tidak sesuai dengan kehendak Kristus. Karena jika kita tahu apa yang benar, tetapi melakukan hal yang sebaliknya, kita tidak hanya berdosa terhadap sesama kita, tetapi juga terhadap Allah. Karena dengan berlaku demikian kita menggoyahkan iman mereka kepada Allah.

Ketika kita diberikan kesempatan untuk menjadi teladan, lakukanlah apa yang benar, yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Jangan sampai kita menjadi batu sandungan bagi orang lain. Memang tidak mudah berlaku benar di tengah orang-orang yang senang berlaku serong. Tetapi dengan menjadi teladan bagi orang lain, itu berarti kita juga telah mendekatkan mereka dengan firman Tuhan. –PDP/www.renunganharian.net

MENJADI TELADAN BERARTI
MELAKUKAN APA YANG MENJADI KEHENDAK TUHAN.